Miom adalah istilah medis untuk tumor dinding rahim.
Asal muasalnya sel otot dibanding rahim, namun berubah menjadi tumor dan
menempel di otot dinding rahim tersebut. Berukuran sebesar kacang
polong sampai sebutir angggur, miom kenyal dan bisa tumbuh cepat atau
lambat, sehingga awalnya satu, lama-lama banyak. Untungnya, menurut
medis statistik sebagian besar kasus miom tidak berbahaya, karena jarang
berubah menjadi kanker.
Gejala miom. Jika ukurannya kecil, adanya miom di tubuh sulit dideteksi. Namun bisa cukup besar, akan timbuil gejala:
• Nyeri perut atau pinggul.
• Perut tersa penuh dan kadang membesar seperti wanita hamil.
• Nyeri saat bersenggama.
• Gejala anemia karena kehilangan darah haid.
• Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
• Tekanan pada panggul.
• Gangguan haid seperti tidak teratur, nyeri, dna pendarahan tidak normal (lebih banyak atau lebih lama).
Peluang hamil. Berkurang
jika, miom tumbuh di saluran leher rahim, kerena leher rahim menjadi
kecil dan menghambat masuknya sperma ke rahim sehingga mempersulit
pembuahan. Jadi miom harus dihilangkan dulu. Miom juga akan membuat
sulit hamil, jika tumbuh di dinding rahim karena menghambat “penanaman”
atau implantasi sel telur yang telah dibuahi di sana.
Hamil dengan miom. Perlu
berhati-hati. Pada trimester pertama ada ancaman keguguran sebab miom
yang membesar akan mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan
baik di dinding rahim. Bila kehamilan berlanjut, miom dapat mendesak janin sampai plasenta previa (plasenta tumbuh di bawah rahim) dan pendarahan persalinan.
Baca Juga :
Beda Kista dan Miom
Operasi Miom Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil
Sumber : www.ayahbunda.co.id
14 January 2014
Mengenal Miom dan Bahayanya
Posted by W. HiLmY T. on 10:11:00 PM












0 komentar:
Post a Comment