25 March 2011

DO'A UNTUK IBU by UNGU



Read more »

23 March 2011

Sebuah Do'a Dari Kursi Roda

Dini hari di saat mereka mereka yang lelap dalam tidur.Saat itu aku mencoba menuliskan rangkaian kata untuk lembar sederhana ini.Yah ,mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata kata untuk mereka mereka sahabt kita yang sedang mengalami kesulitan hidup.Pertempuran hati antara rasa gelisah dan sabar menjadi musuh abadi seperti pertempuran abadi antara setan dan malaikat di dalam hati ini.

Renungan demi renungan hidup yang telah kita jalani,membuktikan betapa pekanya kita sebagai makhluk Allah.Kesulitan,rsa sakit,bhagia,duka,semu bersatu dalam sebuah bejana yang disebut bejana kehidupan.Bagi kita yang mersa dalam resah dan mengalami pertempuran hati hanya doa dan doa yang dipanjatkan selain kerja keras.

Kali ini izinkan aku bercerita tentang sebuah kisah dari seorang pemuda berawal dari sebuah lobi Rumah sakit di Jakarta,yah siang itu terlalu banyak kesibukan yang menghiasi keadaan di rumah sakit.Dokter dokter dan para perawat yang sibuk melayani mereka mereka yang nikmat sehatnya tercabut.Kadang kita melihat sebuah papan beroda yang di atas nya terdapat sebuah sosok makhluk yang terbujur kaku,yah sebuah kematian yang juga menghiasai kedaan dirumah sakit itu.

Jam menunjukan pukul 17.30 WIB.Di bawah tangga darurat,di pojok ruang sisi sebelah kanan rumah sakit nampak sesosok pemuda yang sedang berdiam dan mehelus kedua kakinya,pemuda itu berdiam tanpa satu pun orang mengerti apa yang dipikirkannya.Pemuda itu diam dan diam ,entah apa yang dilakukanya.Pemuda yang malang,Apakah yang engkau lakukan?
Ohh Tidak ,dia duduk di sebuah kursi yah sebuah kursi yang memiliki roda nampaknya kursi itu masih baru terlihat belum ada goresan berarti pada sisi sisinya.

tak sempat beberapa detik tiba tiba pemuda itu menghilang hanya sebuah kertas yang ditinggalkan,dan dalam kertas itu nampaknya ada sebuah pesan atau tulisan ...

" Mendung dan hujan berbeda satu sama lain,Di mana keduanya saling melengkapi antar kejadian yang satu dengan yang satunya lagi,Membuat setiap kejadian dengan sebab dan akibat yang sering dilakukan manusia.Kadang penyesalan yang selalu datang terlambat membuat setiap manusia menjadi lebih bijak dalam menghadapi cobaan




Ya Allah ,Dalam sisi kerinduan pada masa lalu aku inginkan
Ya Allah ,Cukupkan airmata yang mengalir melewati kulit wajahku

Ya Allah ,seperti kenyataan saat ini aku tertunduk dan tetap menanti kekuatan selanjutnya dari cobaan dariMu.

Ya Allah , wahai penguasa seluruh jiwa ragaku
Kucukupkan rasa sedih ini ,aku yakin dibalk pengurangan nikmat sehat ini
ada rangkaian makna yang engkau titipkan pada ku

Sebuah rindu Sebuah alasan dimana aku tak mampu bersedih lagi

Kucukupkan rasa sedihku di kursi roda ini
jutaan nikmat lain kau beri
Kucukupkan atas apa yang disebut kesedihan

Ya Rabb Yang Maha Pemurah dan penyayang
Izinkan aku memulai semua ini dengan ikhlas
ikhlas ...ikhlas....ikhlas....

Demi Dzat Yang telah memberiku jutaan nikmat
kesedihan ini bukan karena prasangka buruku untuk Mu
Kesedihan tentang mereka yang menyayangiku

Kucukupkan kesedihan ini ,kucukupkan tangisan
dan mencoba tersenyum meski itu hanya sebuah kamuflase ,untuk mereka yang tetap menyayangi ku,Bunda,Ayahanda,dan juga para sahabat serta yang terkasih "


Demikian bagian dari lembar doa dari sebuah kertas usang,mungkin kursi roda yang didudukinya senantiasa merasakn ikhlas ,Yah ketika cobaan yang selalu dihadirkan Tuhan padanya ,dihadapi dengan senyum dan keikhlasan.

Entah kadang rasa syukur kita pada Tuhan selalu bertepi pada satu nilai,yaitu kurangnya melihat jutaan nikmat padahal nikmat yang kita dapatkan sesungguhnya tak mampu dihitung dengan rumus apapun.Hanya hati dan keikhlasan yang diwujudkan pada perwujudan rasa syukur dengan benar benar menjalani yang seharusnya dijalani sebagai makhluk Tuhan.

Mari kita belajar berprasangka baik pada apa apa yang telah dihadirkan Tuhan untuk kita."Tentang kesedihan,senyuman,tangisan,serta tasa sakit.Biarkan berjalan pada tempatnya.Dan tak mempengaruhi rasa syukur kita pada Tuhan "

Semoga Tuhan Menjawab Doa dari pemilik kursi roda itu.

Amin.

Alfakir




http://theatermaya.blogspot.com/2010/06/doa-dari-kursi-roda.html
Read more »