26 December 2013

Setting DVR ke internet menggunakan koneksi internet 3G

Setting DVR ke internet menggunakan koneksi internet 3G sebenarnya sama saja dengan settingan menggunakan koneksi internet speedy. Perbedaanya hanya pada konfigurasi koneksi provider 3G. Topologi yang pernah saya gunakan saat pengetesan adalah sbb (saya menggunakan sim card 3 dan flash telkomsel):
topologi 3G router

Hasil pengetesan:

    Pada DIR-412 terlihat DNS yang digunakan selalu berubah-ubah antara primary dan secondary. Otomatis isian DNS pada DVR harus mengikuti DNS. Kesulitan terjadi saat DNS primary berubah. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur tipe IP Address pada DHCP, sedangkan di router diatur supaya IP Address DVR sudah di-reserved (istilahnya dibooking) walaupun router restart/mati, istilah ini disebut juga dengan DHCP reserved setiap router biasanya ada fitur ini.
    Provider sangat membatasi port yang akan kita gunakan. Kadangkala hari ini kita berhasil membukanya besok bisa ditutup, terutama provider 3. Hal ini mungkin untuk mencegah user membuat server (ya kaya video server ini). Berbeda dengan telkomsel flash rata-rata port yang kita buka selalu sukses, tapi juga kadang ada kalanya diblok (tidak stabil).

Sedangkan berdasarkan Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, karakteristik jaringan GPRS dan 3G adalah sebagai berikut (saya copas dari makalahnya):

    Koneksi  GPRS  sangat  dipengaruhi  oleh penggunaan  komunikasi  suara  yang  dilakukan pada  suatu  BTS.  Komunikasi  data  (gprs) dilakukan  dengan  kanal  yang  sama  dengan komunikasi  suara  (telfon)  akibatnya  akan  terjadi tumpang tindih.
    Komunikasi  suara  mendapatkan  prioritas  utama dalam  sebuah  koneksi  data.  Jadi  jika  komunikasi suara  sudah  mencapai  ambang  batas  maksimum BTS maka akses internet yang sed ang berlangsung akan  diputus  atau  tidak  mendapat  pasokan.
    Mengembang dan menciutnya jangkauan BTS Node-B karena naik/turunnya jumlah pemakai dalam suatu BTS yang dikenal sebagai  Cell Breathing.
    Apabila  jumlah  pemakai  meningkat  sampai melebihi  kapasitas  BTS,  maka  jangkauan  sinyal  3G dari BTS secara otomatis akan menyusut. Akibatnya
    akan  terjadi  blank  spot  di  tempat  yang  sebelumnya terjangkau oleh sinyal 3G tetapi letaknya paling jauh dari BTS.
    Apabila  jumlah  pemakai  menurun  lagi  menjadi sesuai dengan kapasitas BTS, maka jangkauan sinyal 3G  dari  BTS  secara  otomatis  akan  kembali mengembang  dan  kembali  menjangkau  wilayah yang lebih luas.

Solusi:
Supaya  mendapatkan  sinyal  3G  yang  stabil  maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan:

    Lakukan akses internet  dengan berada selalu dekat BTS.
    Gunakan  antena  penguat  atau  booster  sinyal supaya “terlihat” dekat oleh BTS.

Kesimpulan:
Koneksi internet menggunakan 3G sangat tergantung banyak faktor, terutama faktor pengguna pada satu BTS. Hal inilah yang tidak dapat dikontrol, karena seolah-olah kita sedang menggunakan jalur data secara bersama-sama. Berbeda dengan koneksi internet via kabel, jalur data benar-benar kita gunakan secara ekslusif. Berdasarkan paparan di atas tetap koneksi internet kabel lebih unggul dibanding dengan non kabel.

Mungkin ada pengalaman pembaca yang berbeda dengan paparan diatas. Silahkan dishare di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.





Sumber : cctv-aspect.blogspot.com
Read more »

WAKIL BUPATI LAUNCHING LUMAJANG DIGITAL SOCIETY

[Lumajang.go.id] Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at, M.Ag bersama General Manager Telkom Wilayah Jatim Selatan Timur (Pasuruan), Ir.H.Arya Satriananta, M.Sc melakukan soft launching Lumajang Digital Society (L-DISO), Kabid Pengembangan TI Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim, Ir. Djoko Purwono, MM, dan Manager Telkomsel Brands Jember, Ir. Arief Wicaksono, yang dilaksanakan bersama-sama dengan Grand Final LCCK KIM dan Ini Pohonku pada hari Selasa ( 17/12) di Pendopo Kabupaten Lumajang. Yang disaksikan oleh para anggota KIM se Kabupaten Lumajang, Youth Information Community ( YIC ) dan para Kepala Sekolah SLTA,SMKN, MA se Kab.Lumajanag serta PPID Pembantu SKPD se Kabupaten Lumajang.

Launching Lumajang Digital Society (L- DiSo) sekaligus menandai telah beroperasinya infrastruktur jaringan akses internet cepat yang dibangun Telkom dan beberapa aplikasi pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Arya. Menurutnya dukungan teknologi informasi sebagai salah satu faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi, harus segera mengikuti, sehingga teknologi informasi menjadi elemen penggerak percepatan roda perekonomian di Kabupaten Lumajang. Arya mengatakan, Lumajang memiliki kekayaan alam dan berbagai potensi baik pariwisata, kuliner, dan infrastruktur transportasi paling lengkap, menjadikan Lumajang siap menjadi kota maju dengan semangat kemandirian.

Arya menambahkan dari sisi akses, di Kabupaten Lumajang pihaknya telah menggelar akses internet cepat nirkabel wifi tak kurang dari 11 titik, yang nantinya akan disusul dengan 22 titik akses . Kedua jenis akses internet cepat ini akan terus dikembangkan dan diperbanyak menyesuaikan dengan pertumbuhan dan kebutuhan warganya. Dari sisi aplikasi pendukung, berbagai aplikasi pendukung telah dan sedang disiapkan seperti halnya IndiSchools, e-PBB dan e-Perkantoran Saat ini, sebagian besar UMKM masih berupa home industry yang mengandalkan pola distribusi secara konvensional, sehingga impact-nya belum terlalu besar dalam meningkatkan perekonomian. “Jika mereka menggunakan aplikasi IT untuk berbisnis, meskipun low cost, impact-nya bisa sangat besar”, tambah Arya. Sementara itu, jika dilihat dari besarnya potensi pariwisata Lumajang yang belum ter-expose secara maksimal. Dan sekaligus dalam launching telah dilaksanakan Tele Vidio Teleconference dengan Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Yosowilangun, dimana selama ini beranggapan Kecamatan tempursari sulit untuk diakses dengan internet. Pada kesempatan ini Camat Tempursari mengucapkan terima kasih karena selama ini kecamatan ini dibilang sangat terbelakang atau sulit akses dengan internet. Dan pada kesempatan itu Ir. Djoko Purwono, Kabid Pengembangan TI Dinas Kominfo Prov. Jatim sangat mendukung sekali dengan adanya launching L-Diso ini , diharapkan kedepan kita selalu harus saling bekerja sama untuk memajukan daerahnya masing-masing. (humas-lmj)


Sumber : www.lumajang.go.id
Read more »

23 August 2013

Seputar CCTV

image powered by Google
Apa perbedaan CCTV online dengan CCTV biasa/analog?
Beberapa perbedaan utama adalah, CCTV online bisa diakses secara online lewat internet. Jadi anda bisa memonitor dari mana saja selama ada akses internet, juga bisa merekam secara otomatis ke dalam hardisk komputer serta bisa dilihat secara bersama-sama oleh multi user. Sedangkan CCTV konvensional hanya bisa diakses secara lokal dan offline saja serta fungsi recording (rekam) harus melalui unit VCR yang lebih mahal dan membutuhkan operator dengan keahlian khusus.

Selain online, bisakah dimonitor secara offline?
Tentu bisa. Internet hanyalah fungsi tambahan yang sangat berguna. Anda juga bisa memonitor secara offline via layar komputer lokal. Selain itu bisa diakses lewat jaringan (LAN).

Apakah bisa di monitor di lebih dari satu komputer pada saat bersamaan?
Ya. Komputer lokal berfungsi sebagai komputer “master”. Selain dari komputer master, anda bisa memonitor pada saat bersamaan lewat komputer anda di rumah, lewat laptop atau lewat PDA anda via internet, juga via line telepon (tanpa internet). Selain itu juga bisa di monitor oleh semua (atau sebagian) komputer-komputer lain yang satu jaringan LAN dengan komputer master. Jadi, pada saat bersamaan bisa dimonitor di banyak tempat.

Apakah yang dimaksud dengan Standalone DVR ?
Stand-Alone DVR’s adalah sebuah alat perekam yang sangat mudah digunakan. Dengan alat perekam ini memungkinkan Kamera CCTV anda bisa diakses atau di monitor dari mana saja di seluruh dunia dengan menggunakan kabel telepon, internet dan hand phone yang sudah support GPRS / 3G. Beberapa model terbaru dengan tambahan-fitur, motion detection, remote viewing, MPEG-4 video format, sistem backup yang mudah baik itu ke USB, DVD, CD ROM dan bisa diakses lewat LAN & Ineternet . Perekam ini terdiri dari 4 channel, 8 channel dan 16 channel yang merekan secara digital ke hardisk dengan menggunakan teknologi motion detection dengan format MPEG-4.

Apakah yang dimaksud PC based DVR ?
PC-based DVR merupakan alat perekam CCTV di komputer, motherboard, LAN card, video Card, CPU Hard Drive, memory dan DVR Card. DVR Card akan menerima video dari kamera yang terpasang dengan bantuan DVR software dari DVR Card tersebut.

Apa perbedaan dari Standalone DVR dan PC based DVR?
Karena Standalone DVR dirancang khusus didalam satu circuit board, berdiri sendiri tanpa ditanam di board komputer. Software / program sudah terinstall pada motherboardnya.

Bagaiman cara kerja DVR dengan motion detection?
Prinsip sederhananya, sistem mendeteksi adanya keadaan kurang cahaya, atau pergerakan suatu object. Keadaan ini membuat perubahan pixel DVR, maka DVR memandangnya sebagai adanya perubahan atau gerakan, lalu memicu perintah recording.

Bisakah saya pindah layar dari (4, 8 dan 16) per layar tanpa mengganggu proses recording?
Ya, Untuk melihat beberapa camera sekaligus dapat dilakukan dengan mudah dengan remote control atau dengan tombol-tombol yang ada di depan unit.

Jenis line internet apa yang saya butuhkan untuk dapat melihat kamera saya lewat internet?
Untuk dapat melihat camera lewat internet dibutuhkan internet berkecapatan tinggi seperti (ADSL, DSL, SDSL, ISDN, T1 or Cable modem) dengan static IP address dari internet provider. Static IP address ini adalah nomor unik di internet sebagai pengenal DVR itu sendiri. Setelah mendapat static IP address dari internet provider, lalu setting DVR anda setelah itu DVR anda sudah online dan dapat dilihat lewat internet.

Bagaimana untuk mem-backup data-data yang saya inginkan saja ?
Semua Standalone DVR menyediakan fasilitas backup data dengan mudah. Data bisa direkam langsung ke HDD, CDROM, DVD or USB Drive. Caranya sangat mudah. Lakukan pencarian data berdasarkan waktu dan tanggal terus lakukan backup langsung ke media. Sekarang sudah tersedia Standalone DVR sudah dilengkapi dengan CDROM / DVD Burner.

Bisakah saya merekam suara pada DVR saya?
Semua Standalone DVR yang kami sediakan paling sedikit mempunyai 1 audio input. Sedangkan DVR 16 channel kami dilengkapi dengan 4 channels audio input.

Berapa lama hardisk saya akan penuh dan seberapa sulit untuk mengganti hardisk?
Sangat tergantung pada DVR setting (Basic, High or Best). Dengan kapasitas hardisk yang sama dengan setting DVR “High Quality Image” maka akan mempercepat hard disk menjadi penuh. Sebagai contoh 160GB HDD pada 4 Channel DVR dengan best quality image hardisk cukup untuk 1 minggu. Kemudian image akan secara otomatis di overwrite dari HDD mulai dari image yang terekam paling awal dan begitu seterusnya. Jadi dengan fitur ini tidak perlu kuatir akan kehilangan data hanya karena hard disk anda penuh. Pada standalone DVR, harddisk bisa diganti dengan cepat dan mudah karena hanya ada 2 kabel yang perlu di connect sehingga tidak mungkin akan tertukar. Standalone DVR akan secara otomatis mem-format hard disk dan siap dipakai dalam hitungan detik. Tidak ada software yang perlu di install lagi.

Bagaimana membuat koneksi DVR ke internet ?
DVR dengan sudah dilengkapi dengan ethernet connection di belakang unit. Pasang UTP cable cat-5 ke DSL modem / router dan set IP address. Koneksi DVR ke internet sangat mudah sekali dilakukan apabila sudah mendapat IP Address Public dari internet provider.

Apakah yang dimaksud dengan Video Network Camera atau IP Camera ?
Sebuah IP Network Camera adalah kamera video dengan built-in web server yang dapat dikontrol, dimonitor dan dilihat dari hampir lokasi manapun melalui akses internet kecepatan tinggi.

Bagaimana cara kerja Network (IP) Camera ?
Network Camera memiliki IP address built-in dan fungsi ibarat komputer yang dapat berkomunikasi langsung ke jaringan baik lokal maupun internet. Kamera dapat pula terhubung ke jaringan tanpa kabel (Wireless).

Apakah NVR, dan apa bedanya NVR dengan DVR ?
NVR adalah Network Video Recording, yang merupakan perangkat dengan software untuk menyimpan video digital yang berasal dari Network (IP) Camera dan dapat ditempatkan di manapun, karena terhubung melalui kabel jaringan. Sedangkan DVR menjadi perangkat untuk pengubah dan prosesor video analog yang berasal dari CCTV Camera, lalu mengubahnya ke dalam bentuk digital sebelum disimpan. DVR terhubung dengan CCTV Camera melalui coaxial cable. Ada pula perangkat NVR Hybrid System yang menggabungkan fungsi DVR dan NVR.







Sumber : solusitek.com
Read more »

22 August 2013

Apakah yang dimaksud dengan CCTV?

Image powered by Google
CCTV adalah suatu sistem yang menggunakan video camera untuk menampilkan dan merekam gambar pada waktu dan tempat tertentu dimana perangkat ini terpasang. CCTV merupakan kepanjangan dari Closed Circuit Television, yang berarti menggunakan signal yang bersifat tertutup, tidak seperti televisi biasa yang merupakan broadcast signal. Pada umumnya CCTV digunakan sebagai pelengkap sistem keamanan dan banyak dipergunakan di berbagai bidang seperti militer, bandara, toko, kantor dan pabrik.Bahkan pada perkembangannya, CCTV sudah banyak dipergunakan di dalam lingkup rumah pribadi.

CCTV sebagai sistem keamanan terdiri dari bagian sebagai berikut :

1. Camera Camera CCTV ini berfungsi sebagai alat pengambil gambar.Terdiri dari beberapa tipe camera yang dibedakan dari segi kualitas, penggunaan dan fungsinya.

Terbagi dalam 2 kategori utama, yaitu :
- Camera CCTV Analog
- Camera CCTV Network

2. DVR (Digital Video Recorder) DVR atau banyak disebut Digital Video Recorder adalah perangkat yang digunakan oleh camera CCTV untuk merekam semua gambar yang di kirim oleh camera ke dalam perangkat ini.Terbagi dalam 2 kategori utama, yaitu :
- Stand Alone DVR
- PC Card DVR
Banyak fitur dari DVR yang bisa kita manfaatkan untuk pelengkap keamanan, salah satunya adalah merekam semua kejadian dimana hasil rekaman bisa dan seringkali dipergunakan di dalam peradilan untuk membuktikan suatu kejadian atau perkara.Terdapat berbagai jenis DVR yang bisa dipergunakan dengan fitur dan spesifikasi yang berbeda-beda.Spesifikasi DVR inilah yang menentukan berapa jumlah kamera yang bisa dipasang dan kualitas gambar yang dihasilkan.

3. Hard Disk Drive (HDD) HDD merupakan media penyimpanan data rekaman. Hard disk ini dipasang didalam DVR, semakin besar kapasitas hard disk membuat anda dapat menyimpan rekaman lebih lama.

4. Coaxial Cable Merupakan kabel yang menghantarkan signal video dari kamera CCTV ke DVR, atau dari DVR ke monitor.

5. Power Cable diperlukan apabila kabel kamera CCTV yang disertakan tidak cukup panjang untuk mencapai sumber listrik terdekat.

6. BNC Connector Konektor yang dipasang pada kabel coaxial.

Melanjutkan apa yang sudah dibahas sebelumnya mengenai jenis kamera CCTV, tulisan berikut akan membahas lebih detil apa saja yang menjadi sub-kategori dari kategori utama jenis CCTV.

1. Kamera CCTV Analog Kamera tipe ini merupakan jenis yang paling umum dipergunakan dan mudah untuk didapatkan karena harganya yang bervariatif (relatif terjangkau) dan instalasi yang mudah.Jenis kamera ini banyak dijumpai di berbagai pusat masyarakat (mall,hotel,restoran,pabrik). Adapun jenis kamera ini terbagi menjadi beberapa sub-kategori berdasarkan fungsi dan spesifikasi teknis dengan penjelasan sebagai berikut : - Regular Camera (kamera standar) : jenis kamera perekam standar - Dome Camera : memiliki fungsi sama dengan kamera standar dengan design yang lebih menarik dan dirancang untuk ditempatkan di ceiling - Infra-Red (IR) Camera : jenis kamera yang dilengkapi dengan pencitraan infra merah sehingga memungkinkan untuk memantau di ruangan gelap tanpa cahaya - Pan Tilt Zoom (PTZ) Camera : jenis kamera yang memiliki fungsi PTZ dimana memungkinkan untuk digerakkan ke berbagai arah dan memperbesar objek pemantauan.

2. Kamera Network (IP Camera) Kamera network adalah kamera CCTV yang menggunakan internet protocol untuk mengirimkan sinyal gambar melalui jaringan fast ethernet.Tujuan dari kamera ini sama dengan jenis analog, yaitu sebagai alat penunjang pengawasan.Kamera ini memungkinkan pengguna untuk melihat hasil pengawasan melalui jaringan internet komputer atau handphone. Untuk kelebihan dan kekurangan IP Camera akan kami ulas lebih lanjut di topik selanjutnya.



Sumber : cctv-surabaya.com
Read more »

21 August 2013

Port dan Penggunaannya (Computer Networking)

Port merupakan sebuah lokasi titik khusus yang unik pada sebuah jaringan komputer dan internet, untuk dapat melakukan komunikasi  tiap-tiap host pada jaringan komputer. Dimana nantinya port ini akan berhubungan langsung dengan IP Address dan jenis protokol yang digunakan.
Port juga sangat berperan pada keamanan suatu jaringan komputer, dikarenakan port itu memiliki nomor dan fungsi tertentu yang unik, sehingga kadang menimbulkan celah dari segi keamanan jaringan.  Contohnya pada Router, ada beberapa port yang memang di blok untuk alasan keamanan router dan jaringan komputer tadi.
Dengan adannya nomor dan jenis port yang  unik tersebut, maka port akan dapat diidentifikasi jenis layanan atauun aplikasi yang berjalan pada jaringan atau sebuah TCP/IP.

Penomoran Port  di kelompokkan menjadi 3 kelompok range:
  1. The Well Known Ports (System Ports) dimana penomorannya dimulai dari  0 sampai 1023.
    Port dalam range ini, merupakan port yang telah ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) dalam RFC 1060 untuk jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan.  Biasanya layanan jaringan yang memakai port ini selalu sama.
  2. The Registered Ports (User Ports) yang terdiri dari port 1024 sampai 49151.
    Port ini adalah port yang telah didaftarkan ke IANA, oleh vendor-vendor komputer dan jaringan, dimana port ini diasumsikan untuk menjalankan aplikasi dari masing-masing vendor tersebut. Port jenis ini bersifat tidak permanen untuk satu jenis layanan, karena walaupun sudah didaftarkan oleh sebuah vendor untuk layanan jaringan/aplikasinya namun masih bisa digunakan oleh vendor lainnya dengan nomor yang sama. Lihat RFC 1700 untuk lebih detail penomoran port ini.
  3. The Dynamic and/or Private Ports (Private or Ephemeral Ports)adalah port yang penomoran dimulaidari 49152 sampai 65535.
    Port ini merupakan kumpulan  port dari kebutuhan sistem operasi untuk memenuhi layanannya yang tidak ditetapkan IANA.
Penomoran port  yang ditetapkan dan yang telah terdaftar dapat dilihat di sini!



Sumber : Jamboaufa.net
Read more »

12 July 2013

Kisah air mata Rasulullah S.A.W

Read more »

Tersenyumlah Wahai Hati Yang Bersedih

Read more »

Yodi Saputra - IBUNDA

Read more »

PUISI Ustad Jeffry Al Buchori (Uje)

Read more »

Untuk IBU

Read more »

20 May 2013

Apa yang Dimaksud Overclocking pada Processor?

Overclocking

image by Google
Overclocking bukanlah istilah teknis yang resmi, overclocking merupakan istilah populer komputer dalam bahasa Inggris. Overclocking terdiri atas 2 kata utama yaitu " over " dan " clock "

" Over " dalam kamus bahasa inggris berarti "di atas" atau "melampaui", sedangkan " clock " menyatakan clock crystal yang mengontrol kecepatan prosesor. Maka overclock berarti melampaui kecepatan clock .

Secara lengkap istilah overclocking prosesor berarti mengoperasikan prosesor pada kecepatan melampaui kecepatan standar. Jika ada overclock maka juga ada istilah underclock , underclock memiliki arti yang berlawanan dengan overclock , yaitu mengoperasikan prosesor pada kecepatan yang lebih rendah. Tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari underclock , maka dapat dipastikan tidak ada user yang melakukan underclock terhadap prosesor komputernya.

Overclocking adalah upaya yang dilakukan dengan tujuan memaksimalkan/meningkatkan kecepatan kinerja sistem komputer dengan cara meningkatkan multiplier atau bus speed .

Dengan meningkatkan multiplier atau bus speed atau keduanya akan menghasilkan CPU clock speed yang lebih tinggi, dengan naiknya CPU clock speed maka kecepatan kerja prosesor juga meningkat. Selain itu dalam overclocking perlu dicapai suatu sistem komputer yang tetap stabil dan aman dalam arti tidak mengalami crash atau hang saat digunakan.

Jawaban utama mengapa overclocking dilakukan adalah untuk mendapatkan peningkatan kecepatan kerja prosesor, tetapi ada beberapa alasan yang lebih spesifik, antara lain:

* Memperoleh peningkatan kecepatan kinerja sistem komputer secara permanen tanpa biaya atau dengan biaya minimal yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan membeli prosesor baru.
* Sebatas hanya mencoba kemampuan komputer.
* Mencoba mengetahui seberapa besar peningkatan yang diperoleh sebelum memutuskan untuk mengganti prosesor dengan kecepatan yang lebih tinggi dan sama tipenya. Misalnya meng- overclock Pentium 75MHz ke 90MHz sebelum mengganti prosesor lama (Pentium 75MHz) dengan Pentium 90MHz yang sesungguhnya.
* Memperpanjang usia pemakaian prosesor lama sebagai upaya menghemat biaya, sebelum membeli prosesor baru.
* Memperpanjang usia pemakaian prosesor lama sambil menunggu jenis prosesor baru diluncurkan/diproduksi.
* Yang terakhir adalah untuk memperkirakan kemampuan prosesor yang akan diproduksi kemudian dalam versi kecepatan yang lebih tinggi, overclock prosesor dengan tujuan ini biasanya dilakukan dalam waktu singkat dan sangat ekstrim (peningkatan kecepatan sangat jauh). Overclock tersebut juga bertujuan untuk mengetahui batas maksimal (margin) kemampuan suatu prosesor jika di- overclock . Kecepatan yang dicapai tentu saja dibatasi oleh kemampuan prosesor, motherboard dan komponen pendukungnya. Sebagai contoh adalah meng- overclock Pentium II 233MHz ke 333MHz (peningkatan 100MHz). Overclock ini banyak dilakukan oleh para user maupun hardware tester yang kemudian dipublikasikan di Internet.

Overclocking bukan cara yang terbaik untuk mendapatkan peningkatan kecepatan kerja sistem komputer, karena cara termudah adalah membeli dan mengganti prosesor dengan yang baru atau menggunakan prosesor overdrive. Seperti telah disebutkan diatas overclocking dilakukan untuk memperoleh peningkatan performa/kinerja sistem komputer secara keseluruhan dengan biaya minimal atau bahkan tanpa biaya sama sekali karena hanya memerlukan sedikit pengubahan konfigurasi pada motherboard agar sistem komputer dapat beroperasi lebih cepat. Pada kasus lain memerlukan beberapa komponen tambahan berupa pendingin untuk mengatasi masalah panas.

Mengapa prosesor dapat di-overclock?

Harus ada alasan mengapa sebuah prosesor dapat di- overclock . Tentunya sebuah prosesor tidak sejak awal dirancang untuk dapat di- overclock karena hal tersebut merugikan pabrik pembuatnya.

Penyebab prosesor dapat di- overclock adalah karena pabrik pembuat prosesor memberikan label produknya dengan kata "c ertified for" bukan "designed for". Kondisi inilah yang memungkinkan overclocking dilakukan pada prosesor. "Certified for" menyatakan kemampuan prosesor untuk beroperasi pada kecepatan tersebut, sedangkan "designed for" menyatakan pengkhususan kecepatan prosesor hanya untuk kecepatan tersebut.

Sebagai contoh: sebuah prosesor Intel Pentium yang oleh pabrik dinyatakan "c ertified for" 166MHz, berarti prosesor tersebut terbukti dan diakui mampu beroperasi pada kecepatan 166MHz, sedangkan bila oleh pabrik prosesor Intel Pentium dinyatakan "designed for" 166MHz maka prosesor tersebut dibuat untuk beroperasi hanya pada kecepatan 166MHz saja.

Standar kualitas yang tinggi diutamakan oleh pabrik sebelum produknya dilepas, ini disebabkan oleh persaingan yang ketat antar pabrik pembuat prosesor PC, selain itu dengan memproduksi prosesor berkualitas tinggi akan menimbulkan yang baik terhadap pabrik tersebut.

Terkadang prosesor tersebut dibuat pada die yang sama dengan die prosesor lain pada kelasnya yang memiliki kecepatan lebih tinggi.

Sebagai keterangan tambahan perlu dijelaskan bahwa tidak tiap pabrik prosesor melakukan hal seperti yang akan dijelaskan berikut. Lebih spesifik penjelasan berikut didasarkan pada kenyataan yang terjadi pada pabrik prosesor Intel. Pabrik selalu membuat desain prosesor untuk mampu beroperasi pada kecepatan tertinggi, setelah selesai dibuat tiap-tiap prosesor dites untuk melihat apakah prosesor tersebut beroperasi dengan baik pada kecepatan spesifikasi awal yang diberikan. Jika prosesor tersebut menunjukkan indikasi tidak beroperasi pada 100% kecepatannya, maka prosesor tersebut dites ulang dengan kecepatan yang lebih rendah, demikian seterusnya sampai prosesor tersebut lolos tes. Prosesor tersebut kemudian diberi tanda/label sesuai kecepatan hasil tes yang berhasil dilalui. Dipercaya bahwa ketika pabrik melakukan tes prosesor mereka memberi label prosesor pada 1 tingkat kecepatan yang lebih rendah daripada hasil tes yang dilalui, hal ini dilakukan untuk lebih menjamin kehandalan kerja prosesor. Sebagai contoh sebuah prosesor yang lolos tes pada kecepatan 200 MHz akan diberi label 166 MHz. Artinya sebuah prosesor 166 MHz pada komputer telah disertifikasi ( "certified for" ) oleh pabrik mampu untuk beroperasi pada kecepatan 166 MHz, bahkan pada kondisi yang sangat ekstrim. Kondisi ekstrim yang dimaksud adalah temperatur atau suhu yang tinggi (diatas 60° C), jangkauan perubahan tegangan yang lebar(tidak stabilnya arus listrik sumber), penggunaan operasional secara terus-menerus (beberapa tahun non-stop), dan cara pemakaian lain yang berat.

Perlu dipertanyakan mengenai perbedaan clock speed resmi antara prosesor-prosesor Pentium. Contohnya adalah Pentium 150 dan Pentium 166. Keanehan ada pada perbedaan penggunaan tipe tegangan. Pentium 150 menggunakan tegangan standar, sedangkan Pentium 166 menggunakan tegangan VRE. Padahal kenyataan yang ada adalah Pentium 150 dapat beroperasi pada 166MHz hanya dengan mengubah tipe tegangan dari standar menjadi VRE. Dapat disimpulkan bahwa Intel menjual Pentium 166 dengan label Pentium 150 hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pada akhir tahun 1997 ada isu bahwa perusahaan Intel memberi label prosesor kecepatan tinggi dengan kecepatan yang lebih rendah, ini dilakukan 'hanya untuk' memenuhi permintaan pasar, pelabelan ulang ini dilakukan pada Pentium MMX 200MHz menjadi Pentium MMX166MHz karena permintaan Pentium MMX166 MHz yang tinggi sementara prosesor tersebut tidak lagi diproduksi. Isu tersebut mungkin benar mungkin juga tidak, tetapi tidak ada cara yang tepat untuk membuktikannya karena Intel tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi.

Lalu apa perbedaan antara sebuah prosesor Intel Pentium MMX 166MHz dengan MMX 200Mhz?

Sebenarnya yang membedakan arsitektur desain prosesor adalah ukuran transistornya, sebuah prosesor 0,25mikron lebih cepat dan dingin daripada 0,35mikron. Antara MMX 166MHz dengan 200MHz menggunakan ukuran transistor yang sama yaitu 0,35 mikron. User hanya dapat mempercayai spesifikasi yang diberikan pabrik pada produknya. Jika diberi label 166MHz berarti memang dapat beroperasi optimal pada 166MHz, dan tidak menutup kemungkinan dapat beroperasi pada 200MHz. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Intel akan melakukan hal yang sama untuk prosesor-prosesor lain di masa datang.

Dengan adanya 'selisih' batas toleransi atau margin yang dilakukan pabrik untuk komponen prosesornya, maka dalam kondisi yang ideal adalah mungkin untuk "memaksa" komponen pada prosesor untuk kecepatan yang lebih tinggi daripada tingkat yang telah diberikan oleh pabrik. Kondisi ideal yang dimaksud adalah pendinginan yang baik, power supply yang berkualitas dan cukup, motherboard dan memori yang berkualitas tinggi, dsb. Keterangan selanjutnya terdapat pada bagian faktor-faktor yang mempengaruhi hasil overclocking .

Proses memaksa komponen prosesor untuk bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi dari tingkat yang diberikan pabrik kemudian dikenal dengan istilah " overclocking ". Berdasarkan keterangan diatas maka disarankan untuk meng- overclock kecepatan prosesor satu tingkat lebih tinggi karena ini sama saja mengembalikan kecepatan prosesor pada kecepatan sesuai dengan hasil tes yang dilaluinya (hanya berlaku untuk prosesor Intel), dalam batas itulah overclocking dianggap aman.

Sebelumnya perlu ditekankan bahwa tidak setiap sistem atau konfigurasi komputer mampu beroperasi lebih cepat dari sebelumnya dengan overclocking . Penyebabnya adalah karena sistem tersebut telah dimaksimalkan sebelumnya oleh pabrik atau toko penjual komputer agar dapat bersaing. Pabrik/toko tersebut biasanya menggunakan motherboard, memori, power supply yang berkualitas rendah sehingga bisa menekan harga penjualan. Berarti pada komputer tersebut sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan overclocking . Jika dipaksakan dimungkinkan kerja sistem komputer akan terganggu atau terjadi kerusakan permanen. Selain itu overclocking tidak disarankan untuk dilakukan pada komputer/PC built-up rakitan pabrik. Mengapa? Pabrik perakit PC Built-up memiliki desain komponen seperti motherboard, memori, vga, monitor tersendiri maka komponen-komponen tersebut juga didesain khusus untuk masing-masing tipe-tipe prosesor yang digunakan, komponen-komponen dalam PC diberi label/segel khusus untuk memastikan PC tersebut tidak 'diutak-atik' oleh user atau pihak lain. PC Built-up juga jarang menyertakan buku manual motherboard dan komponen-komponennya yang spesifik bagi pembeli. Buku manual sangat diperlukan untuk melakukan overclocking . Tanpa buku overclocking yang dilakukan adalah dengan cara 'coba-coba' yang sangat beresiko, selain itu garansi yang diberikan oleh pabrik akan hilang jika label/segel resmi yang diberikan rusak.

Yang banyak dipercaya saat ini adalah overclocking itu tidak aman, tetapi sekali lagi dengan mengetahui teknik yang benar dan melakukan berbagai pencegahan maka terbuka kesempatan untuk melakukan overclocking tanpa "membakar" prosesor yang digunakan.

Overclocking mempunyai resiko yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem komputer karena mencoba untuk mengoperasikan sistem komputer lebih cepat dari spesifikasinya. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan pada komponen atau data corruption . Jika belum pernah mengetahui atau mengalami sebelumnya, lakukan backup data-data penting terlebih dahulu atau agar data-data tersebut aman. Lebih baik lagi jika percobaan overclocking dilakukan dengan menggunakan hard disk cadangan yang tidak berisi data-data penting.

Overclocking akan memperpendek usia kerja prosesor, seberapa lama tidak diketahui, tetapi itu semua tergantung pada sejauh mana overclocking itu dilakukan.

Prosesor dapat rusak sehingga disebut mengalami electromigration . Electromigration terjadi pada chip silikon prosesor dalam area yang beroperasi pada suhu yang sangat tinggi, electromigration dapat menyebabkan kerusakan permanen pada prosesor. Electromigration tidak secara langsung merusak prosesor, electromigration adalah proses yang lama, sehingga dapat juga dikatakan electromigration memperpendek usia pakai prosesor. Dimisalkan usia normal sebuah prosesor kurang lebih adalah 20 tahun kerja. Tetapi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, maka sebelum 10 tahun dapat dipastikan user telah mengupgrade atau bahkan membeli komputer baru.

Jika ingin terhindar dari electromigration maka satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menjaga suhu prosesor agar tetap berada pada suhu operasi yang normal. Cara yang dapat diterapkan antara lain adalah dengan menggunakan pendingin heatsink dan fan yang baik, jika tingkat overclock yang dilakukan cukup tinggi maka sebaiknya menggunakan heatsink dan fan yang lebih besar, atau menggunakan peltier cooler , menggunakan thermal grease, dan membuat sirkulasi udara yang baik pada casing CPU.

Ada kemungkinan munculnya masalah yang tidak terlihat sebelum akhirnya terlambat diketahui. Sebuah contoh adalah ketika proses perhitungan 2+2 menghasilkan 5, keadaan ini menunjukkan prosesor sudah rusak. Karena itu, tidak disarankan untuk melakukan overclocking pada lingkungan kerja yang penting (database & programming).

Resiko sistem komputer mengalami crash atau hang semakin tinggi ketika prosesor di- overclock . Tidak seorangpun ingin sistem komputernya crash atau hang, apalagi bagi pada lingkungan profesional bisnis, mencegah sistem crash atau hang sangatlah penting.



Sumber : multimedia-e.blogspot.com
Read more »