20 February 2014

Reframing

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neuro Linguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut REFRAMING, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Beberapa contoh pengubahan sudut pandang:

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.

4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.

9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.

10. dst, dst, dst...



Sumber : nomor1.tv
Read more »

12 February 2014

Hasil Seleksi CPNS Honorer K2 di Jawa Timur Diumumkan Siang Ini

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah telah mengumumkan kelulusan honorer kategori II (K2) sejak Senin 10 Februari 2014. Pada hari ketiga ini pengumuman hasil CPNS K2 dari Jawa Timur, yang meliputi 39 instansi, yakni Pemprov, 29 kabupaten dan 9 kota sudah bisa dilihat. Dengan demikian, hingga Rabu (12/2/2014) pagi ini sudah ada 16 kementerian/lembaga dan 11 provinsi.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, kesebelas provinsi yang sudah diumumkan adalah Jawa Tengah, DIY, DKI Jakarta, Babel, Bengkulu, Kalsel, Kepri, Gorontalo, Bali, dan Jawa Barat serta Jawa Timur. 
 
"Kesebelas provinsi itu meliputi 165 pemda, yakni 11 pemprov, 122 kabupaten, dan 32 kota," kata Herman seperti dikutip dari situs KemenPAN-RB.

Jawa Timur yang meliputi 39 instansi, seluruhnya melaksanakan seleksi tenaga honorer K-II. Dari data kelulusan itu, sebanyak 1.090 orang tenaga honorer kategori II Kota Surabaya yang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Sementara Kabupaten Banyuwangi, tenaga honorer sebanyak 1.070 orang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri hanya memperoleh 77 orang yang lulus.

Herman menambahkan, setelah Jatim diumumkan, pengumuman kelulusan honorer K2 akan terus digulirkan. “Hari ini masih ada beberapa provinsi yang segera menyusul diumumkan,” ujarnya. (Ndw/Igw)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di  cpns.liputan6.com



Sumber : liputan6.com
Read more »